Garuda Muda Gagal Gondol Emas

Penantian panjang Indonesia akan medali emas di cabang sepakbola SEA Games nyaris terwujud. Secara dramatis, dalam pertandingan yang berjalan menegangkan dan melelahkan, Timnas Indonesia U-23 akhirnya harus mengakui keunggulan Timnas Malaysia U-23 3-4 lewat adu penalti di final sepakbola SEA Games 2011 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (21/11) malam. Dalam 120 menit kedua tim bermain imbang 1-1.

Di awal babak pertama, Egi Melgiansyah dkk tampil menggebrak. Tercatat dua peluang emas tercipta melalui sepakan Titus Bonai dan Patrich Wanggai. Di menit kedua, memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Malaysia, Khairul Fahmi yang memblok tendangan Andik Firmansyah, sepakan Tibo, julukan Titus Bonai, terlalu lemah. Pun demikian dengan peluang Wanggai yang dapat diblok bek Harimau Malaya Muda.

Namun, memasuki menit kelima, Indonesia mampu unggul 1-0 melalui sundulan bek Gunawan Dwi Cahyo yang memanfaatkan bola hasil tendangan penjuru Octovianus Maniani. Malaysia mencoba membalas lewat sundulan Fakri Saarani yang masih dapat diblok kiper Kurnia Mega. Di menit ke-17, gol Tibo dianulir karena telah berdiri dalam posisioff-side.

Setelah dua kali tendangan Irfan Fazail dapat diantisipasi kiper Kurnia Mega, memasuki menit ke-20, Malaysia mulai mengendalikan jalannya pertandingan. Di menit ke-27, sundulan Mohamad Asraruddin Putra Omar melambung di atas mistar. Tujuh menit kemudian Malaysia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui sundulan diving yang dilakukan Asraruddin memanfaatkan umpan silang yang disodorkan kapten tim Baddrol Bakhtiar. Skor yang bertahan sampai jeda tiba.

Di awal babak kedua, giliran Malaysia yang mengambil inisiatif. Dua kali tembakan Akhmad Fakri dan Irfan Fazail dapat diselamatkan kiper Kurnia. Di menit ke-57, miskomunikasi antara Gunawan dan Kurnia Mega nyaris membuat gawang Indonesia jebol. Tiga menit kemudian, Garuda Muda mempunyai peluang. Menerima umpan silang dari Tibo, Patrich gagal mengendalikan laju bola dengan sempurna. Alhasil, sontekannya masih dapat diblok kiper Fahmi.

Di menit ke-63, Indonesia beruntung ketika Akhmad Fakri terpeleset saat mengejar bola. Walhasil, meski posisinya bebas, tendangan Fakri melambung. Masuknya Ferdinan Sinaga dan Hendro Siswanto membuat daya dobrak Indonesia mulai menggigit. Di sepuluh menit terakhir, Garuda Muda tampil dominan. Namun, justru Malaysia yang mendapat peluang ketika free-kick Baddrol dengan susah payah dapat ditepis kiper Kurnia. Skor 1-1 bertahan sampai peluit akhir berbunyi.

Walhasil, laga dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu. Karena off-side, dua kali wasit menganulir gol Sinaga di menit ke-93 dan Zubir di menit ke-97. Di menit-menit akhir, Indonesia kembali menggebrak. Sayang, tendangan Egi yang menyentuh tangan bek Malaysia di kotak terlarang tak membuat wasit menunjuk titik putih. Sementara, sundulan Tibo tiga menit jelang babak extra usai masih tipis meluncur di atas mistar gawang Fahmi. Adu penalti pun digelar.

Dalam undian Indonesia kalah dan harus menjadi penendang pertama. Ketegangan mulai menyelimuti GBK ketika eksekutor kedua Gunawan gagal menyelesaikan tugasnya dengan sempurna. Bola hasil tembakan Gunawan hanya membentur tiang gawang. Namun, skor kembali jadi imbang 2-2 ketika eksekusi Fakri Saarani dapat diblok kiper Kurnia. Menyusul mulusnya masing-masing algojo di kesempatan keempat, skor berubah menjadi 3-3.

Algojo terakhir Garuda Muda Ferdinan Sinaga gagal membuat tekanan terhadap Malaysia. Bola hasil tembakannya dapat dengan mudah dibaca kiper Fahmi. Malaysia di atas angin. Indonesia pantas meratapi kegagalan kiper Kurnia yang sejatinya mampu memblok tembakan kapten Baddrol yang menjadi eksekutor terakhir. Namun, sayang, bola hasil tepisan Kurnia justru meluncur ke dalam gawang sendiri. Malaysia unggul 4-3. Emas pun melayang.(MEG)

Susunan pemain:
Indonesia: Kurnia Meiga; Gunawan Dwi Cahyo (kk), Mahardiga Lasut (Hendro Siswanto 71), Egi Melgiansyah, Octovianus Maniani (kk), Hasim Kipuw, Andik Vermansyah (Ferdinan Sinaga 65), Diego Michels, Titus Bonai (kk), Patrich Wanggai (Ramdani Lestaluhu 98), Abdul Rahman.
Malaysia: Khairul Fahmi; Jasuli Mahali, Mohd Azmi Mohd Zubir, Mohd Shas Mohamad Fadhli, Omar Mohd Asraruddin Othman Mohamad Fandi 100), Fazail Mohd Irfan, Ambumamee Thamil Arasu (Yong Kuong Yong 81 (kk)), Baddrol Bakhtiar (kk), G Kandasamy Gurusamy (Mansor Muhd Nazmi Faiz 77), Saarani Ahmad Fakri (kk), Ahmad Mohamad Muslim.

Wasit: Tojo Minoru (Jepang).

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.